<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>merk &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/merk/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "merk"</description>
	<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 18:43:01 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[membuat iklan di radio]]></title>
<link>http://radioku.wordpress.com/?p=838</link>
<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 01:01:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>Alex Santosa</dc:creator>
<guid>http://radioclinic.com/2008/09/18/membuat-iklan-di-radio/</guid>
<description><![CDATA[ Sampai hari ini, biaya memasang iklan di radio masih yang paling murah dibandingkan dengan beriklan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.lowdogs.com/images/HeadphoneBaby.gif" alt="" width="174" height="225" align="left" /> Sampai hari ini, biaya memasang iklan di radio masih yang paling murah dibandingkan dengan beriklan di televisi dan media cetak. Dengan budget yang tidak jauh berbeda, biaya untuk memasang satu spot iklan di televisi atau memasang satu iklan display di media cetak bisa digunakan untuk memasang berkali-kali penyiaran di radio.</p>
<p>Selain biaya yang lebih rendah, di Indonesia, terutama di daerah, radio masih bisa menjangkau lebih banyak telinga jika dibandingkan dengan televisi dan media cetak.</p>
<p>Kelemahannya, iklan radio tidak bisa memunculkan visualisasi dari produk yang diiklankan secara langsung. Yang bisa dilakukan adalah membangun visualisasi produk dalam theater of mind pendengar melalui penyampaian data yang deskriptif.</p>
<p>Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar iklan yang kita produksi bisa lebih efektif dalam membantu klien memperkenalkan produknya ke pendengar.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Perlu diingat, spot iklan yang kita buat harus dapat membuat pendengar tertarik untuk mendengarkan. Berikan mereka sebuah kejutan, bangkitkan rasa keingintahuan pendengar. Gugahlah mereka dengan menggunakan musik, efek suara dan tentunya naskah iklan yang tepat.</p>
<p>Apa yang harus dilakukan agar naskah kita lebih efektif dalam menyampaikan pesan?</p>
<p>01. Identifikasikan brand / merk yang dipromosikan di awal iklan</p>
<p>02. Sebisa mungkin lakukan variasi pengulangan deskripsi brand / merk agar tidak membosankan</p>
<p>03. Sampaikan manfaat, keuntungan dan keistimewaan produk di awal iklan</p>
<p>04. Lakukan variasi pengulangan benefit produk sesering mungkin </p>
<p>Begitu pendengar mulai tergugah, sampaikan pesan-pesan promosi dengan cara yang personal, seperti saat kita sedang berbicara dengan rekan kita. Libatkan pendengar, buat mereka tertarik dan terhibur.</p>
<p>Salah satu keunikan dan kekuatan beriklan di radio adalah kemungkinan untuk melakukan pemutaran iklan sesering mungkin, sehingga pesan yang ingin disampaikan bisa lebih cepat diserap oleh pendengar. Efek samping yang bisa ditimbulkan, adalah pendengar menjadi cepat bosan mendengarkan iklan yang itu-itu melulu. Karena biaya produksi sebuah iklan radio sangat rendah apalagi jika dibandingkan dengan biaya produksi iklan untuk televisi dan media cetak, tidak ada ruginya jika iklan radio yang frekwensi pemutarannya cukup tinggi atau perode penyiarannya cukup lama, bisa dibuat dalam beberapa versi.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Heilig]]></title>
<link>http://wimaalbers.wordpress.com/?p=207</link>
<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 14:49:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>wimaalbers</dc:creator>
<guid>http://wimaalbers.pt-br.wordpress.com/2008/09/03/heilig/</guid>
<description><![CDATA[Op zijn visitekaartje staat Sint Hans en hij loopt met me door het bijzondere gebouw dat zijn trots ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Op zijn visitekaartje staat Sint Hans en hij loopt met me door het bijzondere gebouw dat zijn trots is. Daar is alle aanleiding voor en het verhaal erbij gaat over <em>visie</em> en <em>concept</em> en <em>vooroplopen </em>en <em>onderscheiden</em>. <a href="http://www.sintlucas.nl/index.asp?p_id=1" target="_blank">Sint Lucas </a>is een zelfstandig mbo vakcollege voor creatieven in opleiding. "Tegenwoordig is iedereen hier een Sint en dat proberen we uit te stralen in alles. Wat dat betreft doen we geen concessies."<br />
Dit is een bijzondere school en dat zie je meteen. Het gebouw en de inrichting ademen originaliteit en kwaliteit. Alles is heel en schoon en dat is vast niet omdat het studiejaar nog maar net is begonnen. Je komt hier ook niet zomaar binnen. Voor 300 studieplaatsen zijn er jaarlijks 1000 aanmeldingen. Je wordt geselecteerd op je <em>kunnen</em>, je <em>willen</em> en je <em>zijn</em>. Hier studeren geeft verplichtingen.<br />
Bij het weggaan krijg ik een verrassingspakket, helemaal in stijl en toon. Deze school is een merk geworden. Zo kan onderwijs dus ook.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Servis Tv]]></title>
<link>http://semarangsale.wordpress.com/?p=98</link>
<pubDate>Sun, 24 Aug 2008 06:11:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>semarang</dc:creator>
<guid>http://semarangsale.pt-br.wordpress.com/2008/08/24/servis-tv/</guid>
<description><![CDATA[SERVIS TV SGL MERK 15.000/24jam AC, Kulkas, MCuci, J.Pump T: 7626373
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SERVIS TV</strong> SGL MERK 15.000/24jam AC, Kulkas, MCuci, J.Pump T: 7626373</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nama Domain Adalah Merk Dagang Anda]]></title>
<link>http://mashengky.wordpress.com/?p=542</link>
<pubDate>Sat, 09 Aug 2008 03:24:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>Hengky</dc:creator>
<guid>http://mashengky.pt-br.wordpress.com/2008/08/09/nama-domain-adalah-merk-dagang-anda/</guid>
<description><![CDATA[Rekan Internet Business Owner,
Ini bukan hal yang baru lagi, bahwa ketika kita berbisnis, kita perlu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mashengky.files.wordpress.com/2008/08/domain-names.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-543" src="http://mashengky.wordpress.com/files/2008/08/domain-names.jpg?w=150" alt="" width="150" height="149" /></a>Rekan Internet Business Owner,</p>
<p>Ini bukan hal yang baru lagi, bahwa ketika kita berbisnis, kita perlu punya merk dagang.</p>
<p>Dalam bisnis online, merk dagang kita hampir 100% diwakili oleh nama domain. Oleh sebab itu, sebelum memulai bisnis online, sebaiknya anda pikirkan juga nama domain yg cocok dengan bisnis anda sekaligus yang mengandung kata kunci supaya gampang dicari orang lewat google.<!--more--></p>
<p>Jika anda perhatikan, web yang menjual pulsa dan merekrut agen pulsa dengan nama <a title="pulsa mantap euy" href="http://pulsamantap.com" target="_blank"><strong>PulsaMantap.com</strong></a>, bukankah itu menandakan bahwa produk yang dijual adalah pulsa, dan servisnya mantap?</p>
<p>Kunci dari pemilihan nama domain bisa bermacam-macam. Ada yang memang sudah memilih dulu, sebelum membuka bisnisnya. Ada yang mencari keywords nya dulu lalu menggunakan keywords yang paling banyak dicari orang sebagai nama domain nya, ada yang membuat nama domain tidak sesuai isi webnya, karena memakai nama sendiri.</p>
<p>Nama domain mashengky.web.id adalah contoh pemakaian domain yang menyesuaikan dengan nama si pemilik blog. Begitu pula <strong>JokoSusilo.com</strong>, <strong>CosaAranda.com</strong>, <strong>JennieSBev.com</strong>, <strong>LutviAvandi.com</strong>, <strong>WellyMulia.com</strong> dsb..</p>
<p>Bahkan ada rekan blogger yang membeli domain <strong>caksub.com</strong>, <strong>gu5kun.com</strong> dsb...</p>
<p>Merk dagang sangat berperan penting dalam pemasaran produk anda. Merk dagang yang tepat akan gampang diingat oleh konsumen, dan ketika sudah masuk ke dalam alam bawah sadar kita, maka secara otomatis, orang akan terus mencari produk kita, sampai kapanpun.</p>
<p>Tapi jangan lupa juga, khasiat dari merk dagang tidak akan bertahanlama, jika ternyata produk yang kita jual tidak sesuai dengan promosi dan sales letter yang kita tulis.</p>
<p>Kita harus membuat bisnis kita sesempurna mungkin.. luar dalam, sales dan after sales.. Dengan demikian, antara konsumen dan produsen akan terjalin hubungan yang baik dan mesra.. dan anda bisa tersenyum ketika terjadi repeat order...</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Thai children given a chance against Aids - 04 August 2008]]></title>
<link>http://thebivouac.wordpress.com/?p=1321</link>
<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 16:04:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>citizenbrain</dc:creator>
<guid>http://thebivouac.pt-br.wordpress.com/2008/08/04/thai-children-given-a-chance-against-aids-04-august-2008/</guid>
<description><![CDATA[An estimated 300,000 children in Thailand have lost one or both parents to Aids, with many of them l]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span>An estimated 300,000 children in Thailand have lost one or both parents to Aids, with many of them living in slums and forced to work or beg on the streets.</p>
<p>But the Mercy Centre in Bangkok is giving these youngest victims a fighting chance at survival through life-saving drugs.</p>
<p>Al Jazeera's Selina Downes reports.</span></p>
<p><span>Words above and video below posted by <a href="http://www.youtube.com/user/AlJazeeraEnglish" target="_blank">AlJazeeraEnglish</a></span></p>
<p><span><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/0jRqN450i5I'></param><param name='wmode' value='transparent'></param><embed src='http://www.youtube.com/v/0jRqN450i5I&rel=0' type='application/x-shockwave-flash' wmode='transparent' width='425' height='350'></embed></object></span></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Indonesia: Negeri Tanpa Merk]]></title>
<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=3151</link>
<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 06:07:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
<guid>http://desaingrafisindonesia.pt-br.wordpress.com/2008/07/14/indonesia-negeri-tanpa-merk/</guid>
<description><![CDATA[Oleh Akhmad Kusaeni
Jakarta (ANTARA News) dan KOMPAS
9 Juli 2008

Indonesia adalah negeri tanpa merk]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Akhmad Kusaeni<br />
Jakarta (ANTARA News) dan KOMPAS<br />
9 Juli 2008</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2008/07/visit-indonesia-2008-hitam.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/files/2008/07/visit-indonesia-2008-hitam.jpg" alt="" width="600" height="370" class="alignnone size-full wp-image-3152" /></a></p>
<p>Indonesia adalah negeri tanpa merk. Padahal, merk atau brand sangat menentukan citra negeri ini.</p>
<p>Di era persaingan global sekarang ini, merk sangat penting dalam strategi pencitraan dan pemasaran supaya orang bisa tahu keunikan negeri ini: apakah sebagai tujuan wisata, pusat produksi barang tertentu, atau tempat yang menguntungkan untuk investasi.</p>
<p>Ahli branding Randal Frost mengatakan, "Bayangkan Prancis tanpa mode, Jerman tanpa produk mobil mewah, dan Jepang tanpa produk elektronik yang menjadi keunggulannya dari bangsa lain".</p>
<p>Prancis, Jerman dan Jepang adalah contoh negeri yang bisa mencitrakan dirinya berbeda dengan bangsa lain. Prancis identik dengan dunia fashion. Jerman dengan Mercedes Bentz. Jepang dengan Sony, Toshiba, atau LG.</p>
<p>Negara-negara tetangga juga sudah lebih baik mencitrakan dirinya. Malaysia dan Singapura telah berhasil membangun identitas nasionalnya dan menjualnya dengan gegap gempita. Dengan slogan "Malaysia is truly Asia", negeri jiran itu sukses mencitrakan diri sebagai negara yang memiliki resort yang indah dan negara dengan multikultural yang rukun.</p>
<p>Hampir tiap bulan wartawan-wartawan Indonesia diundang ke Kuala Lumpur, Johor atau Genting oleh Badan Pelancongan Malaysia. Mereka pun menuliskan laporannya di media masing-masing bagaimana indahnya Kuala Lumpur dilihat dari puncak Menara Petronas, enaknya "mie rebus Haji Wahid di Johor" atau bagaimana maraknya suasana Genting, pusat perjudian di negara berpenduduk mayoritas Muslim itu. Semuanya diagendakan untuk menarik perhatian turis agar berkunjung ke Malaysia.</p>
<p>Sementara Singapura dengan slogan "Uniquely Singapore" juga berhasil membangun merk-nya sebagai surga untuk belanja di Asia.</p>
<p>Orang-orang Indonesia, apalagi pada saat liburan sekolah sekarang ini, tumplek blek ke Negeri Singa itu karena terpincut iklan "Singapore`s Great Sale". Tiket pesawat dibuat murah, dengan harapan sesampainya di negara kota itu, para turis bisa menghabiskan uang mereka untuk belanja dan membayar biaya akomodasi yang mahal.</p>
<p>"Ini ironi yang merisaukan. Saat kita mengkampanyekan `Visit Indonesia year 2008`, pers nasional mengajak liburan ke negeri tetangga," kata Sekjen PR Society of Indonesia, Ahmed Kurnia Suriawidjaja.</p>
<p>CUKUP BAGUS</p>
<p>Ahmed Kurnia menyebut kegagalan bangsa ini dalam pencitraan dirinya. Padahal, dulunya, merk Indonesia cukup bagus sebagai "Keajaiban Asia" (Asia Miracle) yang dipuja-puji lembaga-lembaga internasional seperti Bank Dunia atau Badan Pangan PBB. Akibat krisis ekonomi tahun 1998, semuanya terpuruk. Citra dan merk Indonesia hancur.</p>
<p>Jadilah, Indonesia negeri tanpa merk. Tidak ada satu pihak pun yang memikirkan branding, karena semua energi bangsa terkuras menghadapi krisis. Keperluan untuk pencitraan terkalahkan oleh tekanan untuk segera keluar dari krisis dan memulihkan perekonomian nasional.</p>
<p>Oleh karena Indonesia tidak sempat memikirkan citra, maka pihak lainlah yang memberikan merk kepada negeri ini. Ketika dunia sedang memerangi terorisme, maka Indonesia dicap sebagai negara pelindung teroris (harboring terrorism). Transparancy International memberi label Indonesia sebagai salah satu negara terkorup.</p>
<p>Travel warning yang dikeluarkan Amerika Serikat dan Australia memberi stigma Indonesia sebagai negara tidak aman dan berbahaya. Sementara pegiat HAM internasional "menggoreng" kasus terbunuhnya Munir dengan menuding Indonesia sebagai negara pelanggar hak asasi manusia dan membiarkan terjadinya pembunuhan politik.</p>
<p>Memang, belakangan ada upaya untuk kembali memikirkan perbaikan citra.</p>
<p>"Indonesia pernah membuat pencitraan, namun selalu berubah-ubah," kata Ketua Indonesia Brand Entourage Handito Hadi Joewono.</p>
<p>Handito menyebut slogan-slogan yang pernah ada dikembangkan pasca lengsernya Soeharto, seperti "Indonesia, just a smile away", "Indonesia, The color of life", "Indonesia endless beauty of diversity" dan "Celebrating 100 Years of National Awakening".</p>
<p>"Tapi upaya itu sepertinya `gak nendang`," katanya.</p>
<p>"Gak nendang" adalah istilah gaul untuk menyebut sesuatu yang tidak mengena sasaran atau sesuatu yang tak membuahkan hasil seperti yang diharapkan.</p>
<p>CITRA BARU</p>
<p>Handito menekankan pentingnya dikembangkan citra baru atau "re-branding of Indonesia". Citra negeri yang merosot merupakan pendorong paksa perubahan merk Indonesia.</p>
<p>Ia mengatakan saat ini terjadi krisis pencitraan atau "brand crisis". Untuk itu diperlukan sebuah "re-branding" untuk menciptakan citra Indonesia baru.</p>
<p>Dalam istilah hukum dikenal adanya "rehabilitasi nama baik" berupa dipulihkannya nama baik seseorang yang terbukti tidak bersalah atas kasus hukum tertentu.</p>
<p>"Rehabilitasi nama baik merupakan contoh kongkrit dari re-branding," katanya.</p>
<p>Masalahnya, mau diberi merk apa Indonesia ke depan?</p>
<p>Apapun merknya, yang penting brand Indonesia itu merupakan keunggulan bangsa Indonesia yang unik dan tidak dimiliki bangsa lain. Begitu juga apakah Indonesia itu akan dicitrakan sebagai tujuan wisata, penghasil produk unggul tertentu, atau tempat investasi yang baik, adalah subyek untuk diputuskan oleh semua stakeholders bangsa ini.</p>
<p>Intinya Indonesia perlu re-branding. Sampai kapan negeri ini tanpa merk?(*)</p>
<p>COPYRIGHT © 2008</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Share#8: Newsletter FDGI untuk FDGI&amp;Friends#17 "Dari Desain Grafis menuju Distro via Branding"]]></title>
<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=3115</link>
<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 09:48:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
<guid>http://desaingrafisindonesia.pt-br.wordpress.com/2008/07/07/share8-newsletter-fdgi-untuk-fdgifriends17-dari-desain-grafis-menuju-distro-via-branding/</guid>
<description><![CDATA[
DEWASANYA DESAIN GRAFIS
Oleh Eka Sofyan Rizal
Sejak William Addison Dwiggins mencetuskan istilah gr]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2008/07/share8.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/files/2008/07/share8.gif" alt="" width="600" height="641" class="alignnone size-full wp-image-3123" /></a></p>
<p><strong>DEWASANYA DESAIN GRAFIS</strong></p>
<p>Oleh Eka Sofyan Rizal</p>
<p>Sejak <strong>William Addison Dwiggins</strong> mencetuskan istilah <em>graphic design</em> tahun 1922 untuk menamakan ragam aktivitasnya dalam membuat desain buku, ilustrasi, tipografi, kaligrafi dan <em>lettering</em>, serta untuk membedakan dirinya dengan kegiatan <em>advertising artist</em>; telah banyak momentum yang mempengaruhi perkembangan istilah itu. Diantaranya, pengaruh <em>bauhaus</em> yang menekankan fungsi dan objektivitas desain, juga <strong>Lippincott &#38; Margulies</strong> dan <strong>Paul Rand</strong> yang mempopulerkan istilah <em>corporate identity</em> dan desain sebagai nilai tambah bisnis, dan saat ini desain grafis makin berhubungan erat dengan kepopuleran <em>brand &#38; branding</em>. Dalam <strong>Wally Olins on Brand</strong>, juga dinyatakan bahwa profesi yang paling potensial menguasai program <em>branding</em> secara penuh adalah dari lingkup desain (grafis). Perkembangannya akan makin meluas apabila kita membicarakan faktor media dan teknologi, misalnya dalam periklanan, elektronik, komputer, internet, <em>games</em>, <em>animation</em>, dll.</p>
<p><em>Baca kelanjutannya di Share#8 yang bisa di download di bawah ini.</em></p>
<p>-   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -  </p>
<p><strong><em>KEREN</em> DENGAN MEREK LOKAL</strong></p>
<p>Oleh BertieAlia Bahaduri</p>
<p><strong>Sebelum merek lokal menjadi <em>keren</em></strong><em></em></p>
<p>Sekitar dua dekade yang lalu, saya akan membanggakan sepatu kets Nike yang putih gilang cemerlang. Tentu saja dengan embel-embel, <em>”dibelinya di Blok M lho!”</em> Saat itu merk mulai memegang peranan dalam status sosial kami. Ketika salah satu teman pulang dari <em>Amrik</em> dengan sepatu bermerek L.A Gear, gegerlah sekelas dan tak hentinya mengagumi. Berkat serial Beverly Hills 90210 (ya Tuhan, saya masih hafal kode pos itu!). Tentu saja kepopuleran NKOTB, Guns n Roses, Debbie Gibson dan segudang penyanyi lain yang turut mendukung referensi merek <em>keren</em> kami. Itu saat status ditentukan oleh sepatu kets (olahraga) yang dipakai. Hal yang tak mungkin diproduksi di Indonesia saat itu. (kecuali Bata yang setiap awal tahun ajaran saya datangi pabriknya, demi <em>diskon</em>).</p>
<p>Saat saya sekolah menengah, ada <em>tren</em> yang sedikit norak, kaus/sepatu baru dipakai ke sekolah tanpa melepas label. Saya menduga hal ini berhubungan dengan masuknya video musik hip hop. Merk internasional yang dibanggakan saat itu adalah Esprit, Benetton, Swatch, Body Glove, dkk. Saat itu mulai marak juga pembajakan terhadap merek-merek tersebut. Untungnya ada juga merek lokal yang dianggap bergengsi seperti H&#38;R, Contempo, Triset dan Eagle. Meskipun masih menjadi nomor 2 dalam tangga gengsi, mereka mampu untuk tetap mengikuti mode dunia (kaus-kaus humor, kaus polo pastel, celana <em>baggy</em> dan sepatu lari) tanpa membajak merek yang sudah ada.</p>
<p><strong>Mengapa merk itu penting?</strong></p>
<p><em>Baca kelanjutannya di Share#8 yang bisa di download di bawah ini.</em></p>
<p>-   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -  </p>
<p><strong>UNKL347 history</strong></p>
<p>In 1996, a group of designers and artists gathered and shared their love for surfing, skateboard and design, where, at that time were not as developed as today. They create ideas of a ‘playground’ and a label called 347boardrider.co. Their initial designs described their love for surfing and street wear, also conveyed information about the life they were living.</p>
<p>Starting with selling clothing through special orders andcatalogues, they finally opened a store in 1999, thus became the pioneer of Indonesia’s own label of clothing. 347boardrider.co blossomed and matured as its owners’ life continued, then the name changed into just 347. Not only inspired by surfing, their design got the influence from music, nightlife, art, and with avant-garde nuance that made them to their success in such young ages.</p>
<p>Unsatisfied with the media available at that time, 347 made their own medium which; not only promoting their products, but also fill the void and became another playground for Bandung underground youths. Their medium did something that other media did not, from covering the youth independent events, communicating the news from the other side of youth’s point of view, to<br />
‘playing’ with their ideas. This medium is Ripple Magazine, which along the way, it releases itself from their company and made their own management until this day.</p>
<p><em>Baca kelanjutannya di Share#8 yang bisa di download di bawah ini.</em></p>
<p>Bisa juga dibaca di <a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2008/06/17/fdgifriends17-dari-desain-grafis-menuju-distro-via-branding/">sini</a>.</p>
<p>-   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -  </p>
<p><strong>CHANGE THE VALUE!<br />
From Designer to Designpreneur via Brand and Branding</strong></p>
<p>Oleh Mendiola B Wiryawan</p>
<p>Hari itu saya mengisi penuh tangki mobil saya. Pada saat membayar sejumlah uang sesuai yang tertera di meteran, saya mulai merenungkan ‘value’ uang yang saya bayarkan. Beberapa tahun yang lalu, jumlah uang yang sama bisa saya gunakan untuk 3 kali mengisi bensin! Wow! Inflasi berjalan begitu cepat. Hari-hari ini memang bukan hari yang mudah. Seorang klien saya yang baru saja kembali dari berpameran di Drupa (sebuah pameran terbesar industri percetakan) mengeluhkan: “Pameran ini pameran Drupa tersepi yang pernah ada. Hal ini ditandai juga dengan sedikit sekali orang Amerika yang datang ke sana,” lanjutnya. Krisis memang bukan hanya milik kita. Sejak minyak melambung menjadi begitu mahal, krisis telah menjadi milik dunia!</p>
<p><em>Baca kelanjutannya di Share#8 yang bisa di download di bawah ini.</em></p>
<p>Bisa juga dibaca di <a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2008/07/05/change-the-value-from-designer-to-designpreneur-via-brand-and-branding/">sini</a>.</p>
<p>-   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -  </p>
<p><strong>FDGI NEWS!</strong></p>
<p>FDGI &#38; Friends ke-17 dengan tema <strong><a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2008/06/17/fdgifriends17-dari-desain-grafis-menuju-distro-via-branding/">Dari Desain Grafis menuju Distro via Branding</a></strong> berlangsung pada tanggal 5 Juli 2008 di Emax Store, Kemang Arcade Lantai 2, Jalan Kemang Raya no 20 A. Kali ini formatnya adalah talkshow dengan dua wirausaha muda berlatar belakang desain: <strong>Mendiola B. Wiryawan</strong>, <em>founder</em> FDGI, <em>principal</em> Mendioladesign, dosen Binus dan penulis Kamus Branding pertama di Indonesia. <strong>Dendi Darman</strong>, <em>founder &#38; principal</em> distro terkemuka dari Bandung: 347/unkl yang baru meluncurkan buku perjalanan 10 tahun 347 berjudul <strong>After Ten Years, Friends Call Us Uncle</strong>.</p>
<p>Pada kesempatan ini Mendiola dan Dendi akan meluncurkan buku desain mereka yang juga dapat<br />
dibeli di FDGI dengan potongan 20%. Sebelumnya FDGI&#38;Friends telah mengadakan bincang-bincang dengan tajuk <strong>Antropografis</strong>, identifikasi visual dari sudut antropologi pada tanggal 26 April 2008 lalu, yang juga bertempat di Emax store, dengan pembicara <strong>Iwan M. Pirous</strong> (dosen antropologi UI), <strong>Duvan Desela</strong> (Art Director Lines Advertising), <strong>Arief Adityawan</strong> (dosen DKV Untar), dan <strong>Daud Budi Surya</strong> (pemenang lomba Poster 1001 Concept). Acara ini tergolong berhasil dengan meraup peserta lebih dari 100 pekerja dan pelajar DKV.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2008/07/img_8164.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/files/2008/07/img_8164.gif" alt="" width="600" height="400" class="alignnone size-full wp-image-3121" /></a></p>
<p>Dengan antusiasme yang cukup tinggi ini, FDGI berharap dapat kembali menggali tema yang sama<br />
menariknya pada acara FDGI&#38;Friends berikutnya. Selanjutnya jadwal FDGI &#38; Friends berikutnya yang<br />
akan digelar Sabtu Minggu pertama pk.13.00-17.00 di Emax Store setiap 2 bulan, dengan perkiraan<br />
tanggal dan topik sebagai berikut:</p>
<p>23 Agustus 2008: Branding Indonesia atau daerah (visit Indonesia year)<br />
18 Oktober 2008: Desain grafis dalam film layar lebar dan film animasi<br />
6 Desember 2008: Desain grafis dalam advertising.</p>
<p><em>Baca kelanjutannya di Share#8 yang bisa di download di bawah ini.</em></p>
<p>-   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -  </p>
<p>Sumber: <a href='http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2008/07/fdgi_share08.pdf'>Share#08</a>, newsletter yang dibagikan dalam acara talkshow FDGI&#38;Friends#17: <a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2008/06/17/fdgifriends17-dari-desain-grafis-menuju-distro-via-branding/">"Dari Desain Grafis menuju Distro via Branding"</a>, Sabtu, 5 Juli 2008, di EMAX Store, Kemang, Jakarta), yang bertujuan untuk menghidupkan budaya ‘desainer yang menulis’, juga merupakan medium komunikasi antar anggota FDGI.</p>
<p>•••</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hoe adverteer ik als KMO? - deel 2]]></title>
<link>http://backboneblog.wordpress.com/?p=41</link>
<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 17:53:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>laurensvdw</dc:creator>
<guid>http://backboneblog.pt-br.wordpress.com/2008/07/01/hoe-adverteer-ik-als-kmo-deel-2/</guid>
<description><![CDATA[In onze vorige post, over deze vraag, stelden we dat KMO en KKMO best kiezen voor een &#8216;respons]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>In onze vorige post, over deze vraag, stelden we dat KMO en KKMO best kiezen voor een 'respons'-campagne. Meetbaar en snel. Maar we gaven daarbij nog geen voorbeelden...</p>
<p>Het doel: de lezer/luisteraar/kijker moet rechtstreeks of onrechtstreeks om een 'actie' gevraagd worden. Zo denken we aan een telefoonnummer moeten bellen, een website bezoeken, naar de winkel komen, een sms-bericht versturen, een coupon verzilveren, een opendeurdag of ander evenement bezoeken,...</p>
<p>De klant/prospect voelt zich reeds betrokken. Het feit dat hij/zij een actie onderneemt/ondernam, betekent tevens zijn/haar betrokkenheid naar jouw merk/product toe. Hij/zij besteedt niet alleen heel even aandacht aan jouw advertentie maar 'doet' er iets mee. Op zulk ogenblik is er eigenlijk al een premature 'band'. Aan de KKMO-er en KMO-er om die vervolgens te verzilveren!</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BV-brands]]></title>
<link>http://detender.wordpress.com/?p=791</link>
<pubDate>Sun, 29 Jun 2008 18:19:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>detender</dc:creator>
<guid>http://detender.pt-br.wordpress.com/2008/06/29/bv-brands/</guid>
<description><![CDATA[   
Bekende Vlamingen zijn merken, of ze dat nu willen of niet. Daar is ook niks verkeerd mee. All]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://detender.files.wordpress.com/2008/06/images-11.jpeg"><img class="alignnone size-medium wp-image-792" src="http://detender.wordpress.com/files/2008/06/images-11.jpeg?w=80" alt="" width="80" height="103" /></a>   <a href="http://detender.files.wordpress.com/2008/06/images2.jpeg"><img class="alignnone size-medium wp-image-793" src="http://detender.wordpress.com/files/2008/06/images2.jpeg?w=83" alt="" width="83" height="102" /></a></p>
<p>Bekende Vlamingen zijn merken, of ze dat nu willen of niet. Daar is ook niks verkeerd mee. Alles wat op de markt komt is gemerkt.</p>
<p>Ook televisiezenders zijn een merk en BV's zorgen voor een toegevoegde waarde. De <a href="http://www.canvas.be">Canvas</a>-collectie zou niet hetzelfde zijn als het door Koen Wauters en niet door <a href="http://nl.wikipedia.org/wiki/Marcel_Vanthilt">Marcel Vanthilt</a> werd gepresenteerd. Maar het is voor BV's niet evident om buiten zichzelf te treden en zichzelf te bekijken als een brand.</p>
<p>Aha, platte commercie, zie ik u al denken. Niet noodzakelijk. Sommige brands worden sterker voorgesteld dan ze zijn. Dat zijn hypes, die even vlug verdwijnen als ze gekomen zijn. Ik kan zo wel een <a href="http://www.jodepoorter.com/tv_dt.html">Top 10-lijstje</a> opstellen. Maar dat kan u evengoed als ik.</p>
<p>Ik heb een grote bewondering voor <a href="http://www.madonna.com">Madonna</a>. Ze heeft een imperium achter zich draaien, maar in alles wat ze doet, blijft ze trouw aan zichzelf. Ik heb haar nooit (persoonlijk) ontmoet, maar ik voel dat de madame is wie de madame echt is.</p>
<p>Een nieuwe rage zijn BV-boeken. Zo kreeg ik van <a href="http://www.stephgoossens.be">Steph</a>  <a href="http://www.lannoo.be/content/lannoo/wbnl/listview/1/index.jsp?titelcode=13776&#38;fondsid=2">'Dik in orde &#38; toch dunner'</a> en van <a href="http://www.evygruyaert.be">Evy</a> <a href="http://www.vanhalewyck.be/index.php?page=bookDetail&#38;id=414&#38;writer=414">'Het dagboek van Evy Gruyaert'</a>. Twee geslaagde boeken omdat het boeken zijn die beiden vanuit de buik geschreven zijn. Geen format dat gekocht werd op de <a href="http://www.buchmesse.de/en/">Frankfurter Buchmesse</a> maar boeken echt door beide BV's samengesteld. Geef toe, toch iets totaal anders dan de boeken van ...</p>
<p>PS. Jammer dat de meeste websites niet vanuit diezelfde buik geschreven worden.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sterk merk werk]]></title>
<link>http://mediawatching.wordpress.com/?p=314</link>
<pubDate>Sat, 26 Apr 2008 16:06:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>Yannick</dc:creator>
<guid>http://mediawatching.pt-br.wordpress.com/2008/04/26/sterk-merk-werk/</guid>
<description><![CDATA[Interessante lectuur voor iedereen die geïnteresseerd is in Brand Value: het Brandz 2008 Ranking Re]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Interessante lectuur voor iedereen die geïnteresseerd is in Brand Value: het <a href="http://www.brandz.com/upload/BrandZ-2008-RankingReport.pdf" target="_blank">Brandz 2008 Ranking Report</a> oftewel de top 100 merken van 2008.</p>
<p>Voor wie niet wel weten hoe de sterkte van merken nu juist gemeten wordt, maar gewoon wil weten wat nu de sterkste merken zijn, heb ik hier alvast de top 10:</p>
<p>1) Google<br />
2) General Electric<br />
3) Microsoft<br />
4) Coca-Cola<br />
5) China Mobile<br />
6) IBM<br />
7) Apple<br />
8) McDonald’s<br />
9) Nokia<br />
10) Marlboro</p>
<p>Blackberry haalt de top 10 niet, maar is met een stijging van 390% tov vorig jaar wel de sterke stijger uit de top 100. De 2e grootste stijger is Apple en daar zal 'toevallig' de Blackberry's grootste concurrent de iPhone veel mee te maken hebben. Apple haalt daarmee wél de top 10.</p>
<p>Net zoals vorig jaar scoren de auto-merken in Europa veel beter dan dat ze wereldwijd scoren. In Europa vinden we 3 auto-merken terug in de top 10. Wereldwijd vinden we het eerste auto-merk terug op de 12e plaats. Namelijk Toyota; een merk dat in de Europese en Amerikaanse top dan weer niet voorkomt maar op de Aziatische markt een 2e plaats bekleed.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[TRIK MEMBUAT MEREK YANG "MENJUAL"]]></title>
<link>http://mukhlisukses.wordpress.com/?p=17</link>
<pubDate>Sun, 20 Apr 2008 10:23:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>mukhlisukses</dc:creator>
<guid>http://mukhlisukses.pt-br.wordpress.com/2008/04/20/trik-membuat-merk-yang-menjual/</guid>
<description><![CDATA[Apakah arti dari sebuah nama?,kata kang William Shakespeare.Mawar dengan nama apa pun akan tetap wan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mukhlisukses.wordpress.com/files/2008/04/itb_ban.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-39" src="http://mukhlisukses.wordpress.com/files/2008/04/itb_ban.jpg?w=128" alt="" width="128" height="85" /></a>Apakah arti dari sebuah nama?,kata kang William Shakespeare.Mawar dengan nama apa pun akan tetap wangi atau sebaliknya nama sebagus apa pun tidak akan membuat sang pemilik nama otomatis menjadi baik pula. Dalam konteks ini, sebuah nama hanyalah salah satu tanda untuk mengenali sesuatu atau seseorang.</p>
<p>Tanda untuk membedakan dengan anak tetangga,tanda agar mudah dikenali,tanda untuk absensi di sekolah,tanda dalam kartu pengenal.Dan berbagai fungsi yang lainya. Bayangkan betapa sulitnya menunjuk seseorang bila tanpa menggunakan nama.</p>
<p>Untuk memanggil Semprul misalnya, barangkali orang harus mengatakannya dengan lelaki berwajah kotak dan berhidung pesek serta sedikit bloon yang tukang bohong dan berhutang serta ngekos di samping toilet umum....Capee' deeeeh...<!--more--></p>
<p>Tetapi dalam Islam nama adalah sebuah do'a dan harapan dan kita dianjurkan untuk memberi nama yang baik kepada anak-anak kita.Dalam konsep Islam minimal ada 3 hal yang harus diperhatikan dalam memberi nama;</p>
<p>Pertama:Nama tersebut mengandung arti pujian seperti;Ahmad atau Muhammad</p>
<p>Kedua:Mengandung arti do'a dan harapan seperti;Aflah atau Sholih</p>
<p>Ketiga:Mengandung arti semangat atau menimbulkan semangat bila mendengarnya seperti;Saefullah atau Asadullah</p>
<p>Tentu tidak etis bila orang tua memberi nama anaknya dengan nama yang berkonotasi negatif semisal;Jahannam,Tengik,Jongos dan lain sebagainya.Mendengarnya saja tidak enak apalagi menyandang nama tsb.</p>
<p>Tidak berbeda jauh dengan teori memilih merek dalam bisnis,kita seharusnya memperhatikan beberapa aspek sehingga merek atau brand kita mendulang sukses.Dan sebuah brand yang bisa dikelola dengan baik bisa berumur puluhan bahkan ratusan tahun,<br />
Bagaimana Coca-cola bisa laris manis sampai hari ini?,salah satu faktornya adalah karena pemilihan nama yang baik.</p>
<p>Berikut ini Trik atau sedikit kiat untuk membuat atau memilih merek,setidaknya menurut yang saya ketahui.....</p>
<p>Pertama; Patuhi hukum S&#38;W (Speakable &#38; Writable), Sebuah merek hendaknya mudah diucapkan dan juga mudah ditulis. Karena sebetulnya merk adalah milik konsumen dan merekalah yang menilai merek Anda, buatlah semudah mungkin agar konsumen dapat membaca dan mengejanya karena bila merek Anda susah diucapakan maka merek Anda akan dilupakan.<br />
Salah satu caranya adalah dengan hanya menggunakan maksimal DUA SUKU KATA,karena kalau terlalu panjang maka akan susah diingat dan membosankan dalam pengucapan.</p>
<p>Kedua;Merek itu harus mempunyai arti yang baik dan diterima konsumen yang dibidik karena bahasa didunia ini sangat banyak sekali dan sebuah suku kata bisa saja mempunyai arti yang baik disatu daerah atau negara tetapi mempunyai arti yang jelek di negara lain.Karena bila hal ini tidak diperhatikan maka akan runyam akibatnya.Paling tidak Anda jangan membuka restoran dengan nama 'THAI KEBO' di jawa karena dipastikan tidak akan ada yang mau makan di restoran Anda.tetapi mungkin saja Anda akan menuai sukses bila membukanya di Thailan...he..hee...heeee.........</p>
<p>Ketiga.Buatlah merk memiliki makna yang dapat ditangkap oleh konsumen Anda, Xerox identik dengan xeroxgraphy atau teknologi fotocopy, vegeta mengadaptasi dari vegetable atau kaya akan serat, So klin bisa diartikan benar-benar bersih,atau mungkin Anda bisa memberi nama toko Anda 'Serba Murah' untuk mengesankan produk yang Anda jual paling kompetitif harganya.Atau bisa juga memilih merk sesuai dengan produk yang anda jual,misalnya Anda hanya menjual kaos oblong,Anda bisa memberi nama toko Anda 'Istana Oblong' atau 'Raja Oblong'.</p>
<p>Keempat; Bentuk logo atau tulisan merek mudah dilihat dan dibaca.<br />
Kadang masih kita temui sebuah merek yang ditulis dengan font yang aneh dan untuk membacanya butuh waktu "seminggu",seolah olah kita tidak boleh mengetahui merknya. Bagaimana konsumen akan tertarik dengan produk yag dijual bila mereknya saja sulit mereka kenali.Begitu juga dengan logo,usahakan memperhatikan pada public attention serta memberi citra yang baik pada brand itu sendiri.Bukan malah semakin membuat bingung konsumen.</p>
<p>Kelima;Bisa saja Anda membuat nama merk Anda berupa plesetan atau kata-kata yang unik sehingga membuat penasaran banyak orang dengan harapan mereka akan menjadi konsumen Anda.Setidaknya itu dilakukan oleh TUKANG TAMBL BAN pada foto diatas yang memberi nama usahanya ITB singkatan dari INSTITUT TAMBAL BAN.</p>
<p>Semoga bisa menjadi inspirasi....</p>
<p>Salam sukses slalu...</p>
<p>By:Mukhlis,Owner <strong><span style="color:#ff0000;"><a href="http://www.griyaraihan.com">BM.Raihan</a></span></strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Knie: Wie? Ik? /Who? Me?]]></title>
<link>http://overenweer.wordpress.com/?p=318</link>
<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 17:39:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>Knie</dc:creator>
<guid>http://overenweer.pt-br.wordpress.com/2008/04/08/wie-ik-who-me/</guid>
<description><![CDATA[
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://overenweer.files.wordpress.com/2008/04/dsc08081_00.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-319" src="http://overenweer.wordpress.com/files/2008/04/dsc08081_00.jpg" alt="" width="415" height="498" /></a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[E-mailactie tegen spam GAYiD.EU]]></title>
<link>http://towntalk.wordpress.com/?p=1337</link>
<pubDate>Sat, 05 Apr 2008 12:27:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>Benjamin</dc:creator>
<guid>http://towntalk.pt-br.wordpress.com/2008/04/05/e-mailactie-tegen-spam-gayideu/</guid>
<description><![CDATA[Er gaat een e-mail rond die oproept om massaal naar de 4040-dienst van VTM te mailen om de vermeende]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Er gaat een <a href="http://www.ik-ben-tolero.be/2008/04/04/wanpraktijken-van-gayid-aangeklaagd-via-4040/" target="_blank">e-mail</a> rond die oproept om massaal naar de <a href="http://www.vtm.be/4040/index.htm" target="_blank">4040-dienst van VTM</a> te mailen om de vermeende spampraktijken van <a href="http://www.gayid.eu" target="_blank">GAYiD.EU</a> aan te klagen. <a href="http://b1gfeet.wordpress.com/2008/03/27/gayid-en-zijn-klantvriendelijkheid/" target="_blank">Klachten</a> <a href="http://nr53.wordpress.com/2007/06/28/gayideu-hypocrisie-ten-top/" target="_blank">en</a> <a href="http://www.de-pieje.be/dp/?p=45" target="_blank">frustraties</a> ten opzichte van de <em>community</em> zijn niet nieuw. Maar hoe moet je als bedrijf of organisatie omgaan met zulke klachten?</p>
<p><!--more--><a href="http://www.peterdecroubele.be/2006/12/04/is-het-nu-de-of-het/" target="_blank">De</a> blog <a href="http://www.ik-ben-tolero.be/2008/04/04/wanpraktijken-van-gayid-aangeklaagd-via-4040/" target="_blank">Ik ben tolero</a> toont een e-mail die oproept om de VTM-nieuwsredactie te spammen (o ironie, in deze zaak) met klachten over GAYiD.EU. Deze actie illustreert de toegenomen mondigheid van consumenten. Dit is een algemeen fenomeen. De misnoegde consument stapt steeds sneller naar de pers, plaatst zijn grieven online of stapt naar een ombudsdienst.</p>
<p><strong>Merk</strong></p>
<p>Hoe moet je als onderneming of organisatie nu reageren. Klachten zijn vaak emotioneel, zeker in de formulering. Maar klachten zijn daarom niet onjuist, en zeker niet nutteloos. Een klacht toont ook de sterkte van een merk. Immers, het merk is belangrijk genoeg bevonden om ertegen in te gaan. "Hoge bomen vangen veel wind", nietwaar?</p>
<p>Even een doorwinterde <a href="http://detender.wordpress.com/2008/01/15/klantenrelaties/" target="_blank">communicatiespecialist</a> bijhalen, <a href="http://www.vacature.com/art21388" target="_blank">Fons Van Dyck</a>, van <a href="http://www.think.bbdo.be/flashindex.html" target="_blank">Think/BBDO</a>.</p>
<blockquote><p><a href="http://www.standaard.be/Artikel/Detail.aspx?artikelId=7C1P5JGN&#38;kanaalid=196" target="_blank"><strong>Klachtenindex, Fons Van Dyck, De Standaard, 11.03.2008</strong></a> (zie ook zijn <a href="http://thinkbbdo.blogspot.com/2008/03/complaint-index.html" target="_blank">blog</a>).<br />
In het verleden trachtten veel merken die ontevreden klanten de mond te snoeren. Ze bekeken hun klanten als een blok aan hun been; stilzwijgen of doodgraven leek de beste remedie. Ik hoorde de opmerking onlangs nog: 'We weten dat er klachten zijn, maar we hebben het opgegeven om er nog langer op in te gaan.' Want hoe meer je op de klanten reageert, hoe meer ze van zich laten horen, klonk het vergoelijkend. Het lijkt wel alsof iemand het over weerspannige kleuters heeft en niet over klanten die uiteindelijk op het einde van de maand het salaris van de manager in kwestie betalen.</p>
<p>Het getuigt van een visie die weinig hedendaags is en erg op de korte termijn gericht is. Het blijkt ook weinig efficiënt, want maar al te vaak komt de klacht als een boemerang, of beter als een sneeuwbal, terug. Negatieve ervaringen gaan immers meer over de lippen dan positieve. En echt misnoegde klanten slagen er toch in een forum te vinden, hetzij via een consumentenprogramma op de televisie of de radio, hetzij via de lezersbrievenrubriek van kranten of magazines. Nee, een struisvogelhouding creëert misschien tijdelijk een zekere comfortzone, maar op termijn maakt ze heel stinkende wonden.</p>
<p>Een modern merk moet op een open en positieve manier naar die criticasters kijken en hen zelfs bejubelen. De ontevreden consument bewijst je immers een dienst, want hij voelt zich voldoende betrokken bij je merk om erover te schrijven. Hij schenkt je als het ware een gratis klantentevredenheidsonderzoek en geeft aan wat beter kan en wat moet veranderen. Toegegeven, de klachten zijn niet altijd representatief en wie het luidst roept, heeft niet altijd gelijk. Maar de misnoegde klant die zijn mening uit, is zeker meer waard dan de consument die meteen de deur achter zich dichttrekt en naar de concurrentie overloopt.</p>
<p>De perfectie is niet van deze wereld of heeft in veel gevallen een veel te hoge kostprijs, die consumenten in veel omstandigheden ook niet bereid zijn te betalen. Daarover open communiceren is op de langere termijn efficiënter dan op de korte termijn illusies proberen te slijten. Belangrijk is wel om te luisteren, te helpen en adequaat te reageren. Op die manier kan je het vertrouwen van een ontgoochelde klant herstellen en hem omtoveren tot een zeer waardevolle klant. En positieve mond-tot-mondreclame kan dat gevoel ook bij anderen overbrengen. Een goed werkende klantendienst is daarbij het olympische minimum, cruciaal is om de informatie ook te benutten in de rest van je onderneming.</p></blockquote>
<p><strong>Ombuds</strong></p>
<p><a href="http://weljongniethetero.be/forum/viewtopic.php?t=19987&#38;postdays=0&#38;postorder=asc&#38;start=100" target="_blank">Emotioneel reageren</a>, hoe begrijpelijk ook,  helpt niet. Het zal de frustraties van de klager alleen maar voeden en hem of haar aanzetten tot het publiek maken van de klacht. Bovendien toont een organisatie zich dan van haar kleinste kant.</p>
<p>Een oplossing is het aanstellen van een bemiddelaar, een ombudsdienst. De <a href="http://www.b-rail.be/ombudsman/N/" target="_blank">ombudsdienst van de NMBS</a> werkt voor het spoor maar zoekt naar een oplossing om de consument te helpen. Die ombudsdienst werkt onafhankelijk en als bemiddelaar. De ombudsman houdt je ook regelmatig op de hoogte van je dossier.</p>
<p>Een ombudsdienst is natuurlijk omslacht en duur. Maar binnen elke organisatie kan wel iemand aangeduid worden voor het klachtenbeheer. Iemand die niet deel uitmaakt van het management, maar wel genoeg beweegruimte krijgt en klachten probleemloos mag aanduiden en zelfs verhelpen.</p>
<p><span style="color:#99cc00;"><strong>N.v.d.r.:</strong></span><br />
<span style="color:#99cc00;">GAYiD.EU-<em>bashing</em> is een populaire sport. Maar toch ga ik - gezien de geschiedenis bij eerdere berichten hier - streng optreden tegen persoonlijke aanvallen. Nog meer dan elders ga ik toekijken op de reacties hier. Die zijn steeds welkom, maar wees hoffelijk, gefundeeerd en vooral blijf beleefd. Dank u.</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[HiLo Milk as a Strong Brand]]></title>
<link>http://ilovenutrifood.wordpress.com/?p=45</link>
<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 01:59:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>ilovenutrifood</dc:creator>
<guid>http://ilovenutrifood.pt-br.wordpress.com/2008/03/27/hilo-milk-as-a-strong-brand/</guid>
<description><![CDATA[HiLo Milk got a confession from swa&#8217;s site as a strong brand for the future.
Based on this art]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>HiLo Milk got a confession from swa's site as a strong brand for the future.<br />
Based on <a target="_blank" href="http://www.swa.co.id/swamajalah/sajian/details.php?cid=1&#38;id=4689&#38;pageNum=5" title="HiLo Milk as a strong brand">this</a> article, HiLo milk go rocket since HiLo milk first time release on April 2004.<br />
So fantastic!</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Susu HiLo Sebagai Merek Kuat]]></title>
<link>http://ilovenutrifood.wordpress.com/?p=44</link>
<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 01:52:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>ilovenutrifood</dc:creator>
<guid>http://ilovenutrifood.pt-br.wordpress.com/2008/03/27/susu-hilo-sebagai-merek-kuat/</guid>
<description><![CDATA[Susu HiLo mendapat pengakuan dari situs swa sebagai merk kuat masa depan loh&#8230;
Berdasarkan arti]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Susu HiLo</strong> mendapat pengakuan dari situs swa sebagai merk kuat masa depan loh...<br />
Berdasarkan artikel <a target="_blank" href="http://www.swa.co.id/swamajalah/sajian/details.php?cid=1&#38;id=4689&#38;pageNum=5" title="Susu HiLo, merk kuat masa depan">ini</a>, dikatakan bahwa susu HiLo langsung meluncur tinggi sejak pertama kali susu HiLo dikeluarkan pada April 2004. Hebat yah!</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Um apito de peso]]></title>
<link>http://alemdojogo.wordpress.com/?p=640</link>
<pubDate>Thu, 06 Mar 2008 18:00:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>Marcelo Damato</dc:creator>
<guid>http://alemdojogo.pt-br.wordpress.com/2008/03/06/um-apito-de-peso/</guid>
<description><![CDATA[O árbitro alemão Markus Merk, um dos mais importantes do mundo, defendeu na última edição da re]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>O árbitro alemão Markus Merk, um dos mais importantes do mundo, defendeu na última edição da revista "Kicker" que os times possam pedir a revisão de decisões da arbitragem.</p>
<p>Ele propôs possam para o jogo duas vezes por partida e apenas uma nos últimos dez minutos. Segundo sua idéia, um grupo de árbitros nas tribunas analisariam o vídeo e dariam sua decisão. Caso a comissão não tomasse uma decisão em um minuto, a decisão do árbitro seria mantida.</p>
<p>Até hoje toda proposta de uso de recursos eletrônicos foi rejeitada. Mas nenhuma teve os detalhes desta nem foi apoiada por um árbitro da importância de Merk.</p>
<p>No início de sua carreira, internacional, Merk apitou um jogo do Campeonato Paulista, dentro de um programa promovido pelo então presidente Eduardo José Farah de trazer árbitros estrangeiros para mudar a cultura da arbitragem paulista.</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
